Wednesday, 28 October 2026
Renungan Harian
Renungan Harian
Kel 22:21-27 | 1 Tes 1:5c-10 | Mat 22:34-40

HANYA ADA SATU PERINTAH: CINTA KASIH

Sunday, 25 October 2026 P. Domi k dHEO sVd 12 dibaca
HOMILI - MINGGU BIASA XXX / A
Kel 22:21-27 | 1 Tes 1:5c-10 | Mat 22:34-40
Tema: HANYA ADA SATU PERINTAH: CINTA KASIH
---PENGANTAR
Saudara-saudari, pejuang-pejuang JPIC yang terkasih,
Kasih Adalah Bahasa paling nyaring di muka bumi ini karena Allah Adalah kasih, perintah-Nya adalah mengasihi dan kita semua dipanggil untuk saling mengasihi. Kasih menjadi sangat nyaring karena kasih itu menghidupkan, lahir dari kejujuran, dan menjelma dalam Tindakan nyata.
Setiap orang yang hidup dalam kasih Allah dipanggil menjadi pribadi yang nyaring dalam kata, Tindakan dan produktif dalam karya pelayanan. Mari kita tunjukkan kasih yang nyaring itu kepada sesame dengan mendengarkan tanpa menghakimi, merangkul tanpa banyak kata dan memaafkan tanpa tuntutan.
Mari kita mohon ampun dari Tuhan…

HOMILI: HANYA ADA SATU PERINTAH: CINTA KASIH

Saudara-saudari yang terkasih,
Ada 613 perintah dalam Perjanjian Lama. 613! Kalau kita disuruh hafal, kita pusing. Orang Farisi pusing, maka mereka tanya Yesus: "Guru, mana yang paling utama?"
Yesus tidak jawab dengan daftar. Yesus ringkas semuanya menjadi SATU: Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.
Hanya itu. Tidak ada yang lain. Kalau kita gagal dalam kasih, kita gagal dalam segalanya. Kalau kita berhasil dalam kasih, kita sudah berhasil dalam 613 hukum itu. Hari ini Firman Tuhan mempertajam apa artinya kasih itu. Mari kita renungkan tiga bacaan.

1. KASIH ITU TIDAK PUNYA BATAS - UNTUK ORANG ASING, JANDA, YATIM (Bacaan I)

Tuhan berfirman dalam Keluaran: "Jangan menindas orang asing, jangan menindas janda dan anak yatim." Mengapa Tuhan pilih tiga kelompok ini? Karena di zaman itu mereka adalah yang paling tidak punya kuasa. Orang asing tidak punya tanah. Janda tidak punya suami pelindung. Yatim tidak punya bapa.

Tuhan bilang: Jangan tindas mereka. Jika mereka berseru kepada-Ku, Aku akan mendengar, karena Akulah Allah yang berbelas kasih.

Bapa Mama, ini pesan yang sangat tajam untuk kita di Timor. Siapa orang asing hari ini? Mungkin menantu yang dari kampung lain yang belum lancar bahasa Tetun. Mungkin pekerja dari Jawa yang buka kios. Mungkin anak yang pulang dari Malaysia dengan tangan kosong, kita anggap gagal.

Siapa janda dan yatim hari ini? Mama yang ditinggal mati suami, yang harus bayar uang sekolah sendiri. Anak yang bapanya merantau dan tidak kirim uang.

Tuhan bertanya hari ini: Bagaimana kita memperlakukan mereka? Apakah kita menindas dengan omongan: "Kasihan, janda itu..." "Anak itu anak haram..." atau kita merangkul mereka?

Kasih yang benar selalu tanpa batas. Tidak pilih suku, tidak pilih agama. Kalau kasih kita masih ada batasnya - hanya untuk keluarga sendiri, hanya untuk orang yang baik kepada kita - itu bukan kasih Kristiani. Itu kasih dagang.

2. KASIH ITU BUKAN KATA-KATA, TAPI TINDAKAN NYATA (Injil)
Yesus bilang: Kasihilah Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi. Dan kasihilah sesama seperti dirimu sendiri. Banyak orang Katolik rajin kasih Tuhan: Doa rosario tiga kali sehari, misa tiap hari, novena terus. Tapi pelit kasih sesama. Di gereja kudus, di rumah kasar, suka maki istri, suka pukul anak, suka tipu tetangga.
Ada juga yang sebaliknya: Rajin bantu sesama, ikut arisan, gotong royong, tapi tidak pernah doa, tidak pernah ke gereja. Tuhan dilupakan. Yesus bilang: Keduanya harus jalan bersama! Kasih itu merangkul Allah dan manusia sekaligus. Tidak bisa satu saja.
Santo Agustinus bilang: "Kasihilah, dan berbuatlah apa saja yang kau mau." Maksudnya apa? Kalau hatimu sungguh penuh kasih, kamu tidak akan mau berzinah, mencuri, menipu, KDRT. Karena kasih itu sendiri akan melarangmu.

Kasih sejati menuntut keberanian:
- Keberanian menyangkal diri: Tidak egois, tidak mau menang sendiri dalam keluarga.
- Keberanian mengampuni: Mengampuni tanpa tuntutan, seperti Tuhan ampuni kita.
- Keberanian mengasihi orang yang membenci kita: Ini yang paling berat. Tapi inilah salib kita.
Kasih yang nyaring itu bukan kasih yang berteriak di Facebook. Kasih yang nyaring itu adalah: mendengarkan tanpa menghakimi, merangkul tanpa banyak kata, memaafkan tanpa tuntutan. Itu yang Yesus buat.

3. KASIH ITU MENULAR - MENJADI INJIL YANG HIDUP (Bacaan II)

Paulus memuji jemaat Tesalonika: "Imanmu sudah tersiar kemana-mana." Kenapa? Karena mereka bukan hanya dengar Firman, tapi jadi pelaku Firman. Injil datang kepada mereka bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan kekuatan Roh Kudus dan dalam kasih.

Bapa Mama, tetangga kita tidak baca Kitab Suci setiap hari. Mereka baca hidup kita.
Kalau hidup kita penuh kasih, mereka akan melihat Injil yang hidup. Kalau di rumah kita suami istri saling menghormati, anak-anak lihat: Oh, itu Katolik, mereka saling mengasihi. Itu misi yang paling ampuh. Kalau di rumah kita masih ada KDRT, masih ada judol, masih ada mabuk dan maki, kita khotbah tentang kasih seribu kali pun tidak ada yang percaya.

PENUTUP - UJIAN PRAKTIS MINGGU INI
Jadi, hanya ada satu perintah: Cinta Kasih. Saya beri ujian praktis untuk minggu ini:

1. Untuk Tuhan: Apakah saya mengasihi Tuhan dengan segenap hati? Atau hanya sisa waktu? Luangkan 10 menit sehari diam bersama Tuhan, tanpa HP.

2. Untuk Sesama: Cari satu orang yang paling susah kamu kasihi minggu ini. Mungkin mertuamu, mungkin tetangga yang jadi calo, mungkin suamimu yang kasar. Lakukan satu tindakan kasih tanpa dia tahu: masakkan makanan, cuci pakaiannya, doakan dia rosario satu kali.

Jangan kasih tahu dia. Kasih yang nyaring tidak butuh panggung. Kalau kita lakukan itu, maka kita sudah melaksanakan 613 hukum Taurat. Karena semua hukum tergantung pada kasih. Semoga kita pulang bukan hanya dengan berkat, tapi dengan satu tekad: Hidup dalam kasih yang tanpa batas. AMin
Soverdi Oebufu
Minggu, 25 Oktober 2026

P.dOMI k dHEO, sVd
JPIC SVD Timor

Tentang Renungan Harian JPIC SVD Timor

Renungan Harian JPIC SVD Timor merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan rohani kami kepada umat dan masyarakat. Melalui renungan ini, kami ingin menghadirkan Firman Tuhan yang hidup dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari, memberikan kekuatan, penghiburan, dan pencerahan bagi siapa saja yang membacanya.

Setiap renungan ditulis dengan penuh doa dan refleksi, mengambil inspirasi dari Kitab Suci, ajaran Gereja, serta pengalaman nyata pelayanan kami di tengah masyarakat. Kami percaya bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105), yang menuntun kita dalam setiap langkah kehidupan.

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." — Mazmur 119:105

Renungan harian ini kami sajikan sebagai sarana pembinaan iman, refleksi diri, dan penguatan spiritual bagi umat Katolik dan siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami mengundang Anda untuk menjadikan renungan ini sebagai bagian dari rutinitas rohani harian, membacanya dengan hati yang terbuka, dan merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Semoga setiap renungan yang kami sajikan menjadi berkat bagi Anda, memperkuat iman, dan menuntun Anda untuk semakin mengenal kasih Kristus yang menyelamatkan. Tuhan memberkati kita semua.

Chat WhatsApp