Wednesday, 28 October 2026
Renungan Harian
Renungan Harian
Efesus 3:14-21

PEKAN BIASA XXIX - Kamis, 22 Oktober 2026

Thursday, 22 October 2026 P. DOmi kadju dHEO, sVd 15 dibaca
*RENUNGAN JIWA*

*PEKAN BIASA XXIX - Kamis, 22 Oktober 2026*
*Soverdi Oebufu*

*Bacaan I: Efesus 3:14-21* - _Paulus berlutut dan berdoa supaya umat dikuatkan oleh Roh Kudus di dalam batin, supaya mereka memahami betapa lebar, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Kristus._

*Bacaan Injil: Lukas 12:49-53* - _"Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu menyala! Apakah kamu menyangka Aku datang membawa damai? Bukan, melainkan pertentangan."_
*P. Domi K. Dheo, SVD - JPIC SVD Timor*
---
Saudara-saudaraku terkasih.........,

Dua bacaan hari ini seperti dua sisi api yang sama.

Di Efesus, api itu adalah pelukan kasih yang lebar, panjang, tinggi, dalam.
Di Lukas, api itu adalah pedang yang memisahkan, yang memaksa orang memilih.

Dan kedua api itu adalah satu: *API KASIH ALLAH YANG MEMBEBASKAN, YANG TIDAK BISA DITAWAR.*

*I. PAULUS BERLUTUT - KARENA KASIH ITU TERLALU BESAR UNTUK DIPAHAMI DENGAN KEPALA*

Paulus tidak lagi berdiri mengajar. Hari ini ia berlutut. Ia berdoa untuk kita di Timor.

Ia berdoa bukan agar kita dapat uang banyak dari proyek, bukan agar kasus trafficking cepat selesai. Ia berdoa agar kita *dikuatkan secara rohani di dalam batin oleh Roh Kudus.*

Mengapa harus dikuatkan di batin? Karena perjuangan JPIC menguras batin. Kita melihat anak dijual, mama dipukul, adat yang mencekik. Jika batin tidak kuat, kita akan jadi sinis.

Dan ia berdoa agar kita memahami betapa *lebar dan panjangnya, betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus.*

Kasih Kristus itu:

- *Lebar:* Selebar perbatasan Atambua-Malaka sampai ke Malaysia, merangkul semua suku Kemak, Tetun, Bunak, Dawan. Tidak ada yang di luar jangkauan kasih-Nya. Bahkan para pencuri dalam biara pun masuk dalam lebar kasih yang mau menyelamatkannya dari kejahatannya.
- *Panjang:* Sepanjang sejarah air mata Timor, dari zaman penjajahan sampai 1.000 peti mati NTT yang dipulangkan. Panjangnya tidak putus, tidak pernah menyerah pada kita.
- *Tinggi:* Setinggi harapan seorang anak putus sekolah yang masih bermimpi jadi guru. Kasih Kristus mengangkat martabatnya, tidak membiarkannya diinjak.
- *Dalam:* Sedalam trauma seorang korban trafficking yang merasa dirinya kotor dan tidak layak. Kasih Kristus masuk ke paling dalam luka itu dan berkata: "Engkau tetap anak-Ku."

Saudara-saudaraku terkasih.......... Kita sudah seharusnya memahami kasih itu. Bukan dengan kepala, tapi dengan lutut yang berdoa seperti Paulus.

*II. YESUS MELEMPAR API - KARENA KASIH TIDAK BISA NETRAL*

Lalu Yesus datang dengan kalimat yang mengejutkan: "Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan api itu menyala!"

Api apa? Itulah api Roh Kudus, api kasih yang Paulus doakan itu.

Tapi api kasih ini bukan api yang membuat semua orang tepuk tangan. Api ini memaksa pilihan. Api ini memisahkan.

Yesus berkata terus terang: Ia tidak datang membawa damai palsu, damai yang kompromi dengan kejahatan. Ia datang membawa pertentangan.

Inilah yang kita alami di lapangan tanah Timor:

Ketika api kasih JPIC menyala di Desa-desa Timor dan kita berkata: "Stop adat belis yang terlalu mahal, stop jual anak demi pesta pora" - langsung ada pertentangan. Ada yang bilang kita melawan adat.

Ketika api kasih menyala dan kita berkata: "Stop pukul istri, itu KDRT, itu dosa" - langsung ada pertentangan di dalam rumah, antara suami dan istri, antara mertua dan menantu.

Ketika api kasih menyala dan kita berkata: "Jangan berangkat lewat mafia gelap, itu trafficking" - langsung ada pertentangan dengan tetangga yang jadi pencuri, yang merasa rezekinya kita tutup.

Yesus sudah bilang: Api itu akan memisahkan. Bahkan dalam satu keluarga bisa terbelah tiga lawan dua.

*Menerima Yesus atau Menolak-Nya?* Itulah pilihan yang dibawa api itu.

Menerima Yesus berarti menerima bahwa kasih itu menuntut keadilan. Menolak Yesus berarti memilih damai palsu: "Biar sudah, jangan ribut, nanti tidak enak dengan keluarga koruptor."

*III. UNTUK PEJUANG DI SOVERDI - BIARKAN API ITU MENYALA*

Saudara-saudaraku...........

Soverdi Oebufu hari ini butuh renungan ini.

Jangan takut ketika perjuanganmu menimbulkan pertentangan. Itu tanda api itu menyala.

Jika kita berjuang JPIC dan semua orang senang dengan kita, semua perampok-pencuri peluk kita, itu tanda api kita padam. Kita sudah kompromi.

Paulus berlutut agar kita kuat. Yesus melempar api agar kita berani.

Kuat di batin untuk tetap mencintai, bahkan mereka yang melawan kita.
Berani di luar untuk tetap melempar api kebenaran, walau harus terbelah, walau harus tidak populer.

Tuhan sungguh mengasihi kita. Ia tidak mengasihi kita dengan kasih murahan yang membiarkan kita tetap dalam perdagangan orang, tetap dalam KDRT, tetap dalam kemiskinan yang dibuat sendiri.

Ia mengasihi kita dengan api. Api yang menghangatkan korban yang kedinginan di penampungan, dan api yang membakar rantai perampok.

Hari ini, biarkan api itu menyala di Soverdi Oebufu. Biarkan ia menyala di hatimu, para misionaris, dan di hati setiap umat beriman.

Jangan padamkan dengan air ketakutan dan kompromi.

*Soverdi Oebufu, Kamis 22 Oktober 2026*

*P. Domi K. Dheo, SVD*
*JPIC SVD Timor*

Tentang Renungan Harian JPIC SVD Timor

Renungan Harian JPIC SVD Timor merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan rohani kami kepada umat dan masyarakat. Melalui renungan ini, kami ingin menghadirkan Firman Tuhan yang hidup dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari, memberikan kekuatan, penghiburan, dan pencerahan bagi siapa saja yang membacanya.

Setiap renungan ditulis dengan penuh doa dan refleksi, mengambil inspirasi dari Kitab Suci, ajaran Gereja, serta pengalaman nyata pelayanan kami di tengah masyarakat. Kami percaya bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105), yang menuntun kita dalam setiap langkah kehidupan.

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." — Mazmur 119:105

Renungan harian ini kami sajikan sebagai sarana pembinaan iman, refleksi diri, dan penguatan spiritual bagi umat Katolik dan siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami mengundang Anda untuk menjadikan renungan ini sebagai bagian dari rutinitas rohani harian, membacanya dengan hati yang terbuka, dan merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Semoga setiap renungan yang kami sajikan menjadi berkat bagi Anda, memperkuat iman, dan menuntun Anda untuk semakin mengenal kasih Kristus yang menyelamatkan. Tuhan memberkati kita semua.

Chat WhatsApp