Wednesday,28 October 2026
JPIC SVD Timor

118 PETI JENAZAH DALAM 10 BULAN: JPIC SVD DAN BP3MI NTT SEPAKAT - PERJUANGKAN MIGRAN HIDUP, BUKAN HANYA PULANGKAN JENAZAH

P. Domi K Dheo, SVD 13 October 2026 06:51 58 dibaca
118 PETI JENAZAH DALAM 10 BULAN: JPIC SVD DAN BP3MI NTT SEPAKAT - PERJUANGKAN MIGRAN HIDUP, BUKAN HANYA PULANGKAN JENAZAH

LAPORAN ADVOKASI JPIC SVD TIMOR


Krisis kemanusiaan migrasi NTT belum usai. Dari Januari hingga 11 Oktober 2026, tercatat 115 jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT plus 3 jenazah anak PMI dipulangkan ke kampung halaman. Ironisnya, 113 dari 118 jenazah tersebut adalah PMI Non-Prosedural atau Ilegal.

118 PETI JENAZAH DALAM 10 BULAN: JPIC SVD DAN BP3MI NTT SEPAKAT - PERJUANGKAN MIGRAN HIDUP, BUKAN HANYA PULANGKAN JENAZAH - Foto 2
118 PETI JENAZAH DALAM 10 BULAN: JPIC SVD DAN BP3MI NTT SEPAKAT - PERJUANGKAN MIGRAN HIDUP, BUKAN HANYA PULANGKAN JENAZAH - Foto 3

Fakta pilu ini terungkap dalam pertemuan advokasi antara JPIC SVD Timor (P. Domi K. Dheo, SVD) dengan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Ibu Suratmi Hamida, S.Sos, di Kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Kupang, Senin (12/10/2026) pukul 13.00-14.00 WITA.

Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan namun dengan keprihatinan mendalam.

AKAR MASALAH: KITA HANYA URUS JENAZAH, TIDAK URUS PENYEBABNYA

Ibu Suratmi Hamida menegaskan ada perubahan besar dalam pola migrasi NTT. Selain faktor ekonomi, perubahan iklim yang ekstrem di NTT telah menciptakan "Migrasi Kultural" - orang pergi karena lahan tidak lagi memberi hidup.

"Kita bicara masalah migran, kapal tenggelam, puluhan orang Indonesia mati, 9 orang dikubur massal di Malaysia, tapi kita tidak pernah mengolah apa penyebab masalah migran ini. Mitigasi apa yang kita siapkan?" tegas Ibu Suratmi.

Ia menceritakan kisah pilu 7 jenazah asal Malaka yang bisa pulang hanya karena solidaritas sesama perantau Malaka yang patungan memulangkan teman-teman mereka. Tanpa solidaritas itu, mereka akan hilang di perantauan.

Ibu Suratmi menambahkan, saat ini ada 3 cara orang NTT bisa keluar dari Malaysia:
1. Peti Jenazah
2. Sakit
3. Deportasi

"Mereka berkata: _Bodoh cukup kita, biar anak-anak bisa pintar._ Migran non-prosedural ini terus kirim uang untuk sekolah anak-anak mereka. Ini adalah cinta yang sangat mahal harganya," ungkap ibu Suratmi.

DATA RESMI KEMATIAN PMI NTT 2026 (Sumber: BP3MI NTT) per tanggal 11 Oktober 2026

Total: 118 Jenazah (115 PMI Dewasa + 3 Anak PMI)

- Berdasarkan Status:
    - PMI Prosedural (Legal): 5 Jenazah
    - PMI Non-Prosedural (Ilegal): 113 Jenazah (98%)

- Berdasarkan Jenis Kelamin:
    - Laki-laki: 82 Jenazah
    - Perempuan: 36 Jenazah

- Berdasarkan Bulan (Jan-Okt 2026):
    Januari: 14 | Februari: 9 | Maret: 17 | April: 9 | Mei: 16 | Juni: 13 | Juli: 14 | Agustus: 14 | September: 7 | Oktober: 5

Data ini adalah alarm keras. Hampir semua yang mati adalah pekerja yang berangkat tanpa pelindungan negara.

PERUBAHAN PARADIGMA: DARI SPLP KE LEGALISASI

Poin terpenting dari pertemuan ini adalah perubahan strategi perjuangan.

"Yang diperjuangkan sekarang bukan lagi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk pulangkan jenazah. Yang harus kita perjuangkan adalah agar migran non-prosedural yang sekarang masih HIDUP dan bekerja di Malaysia bisa menjadi pekerja LEGAL," tegas Ibu Suratmi dan disepakati oleh JPIC SVD Timor.

JPIC SVD Timor berkomitmen untuk mitigasi agar kasus tidak berulang dengan kolaborasi nyata.

3 PILAR KOLABORASI JPIC - BP3MI UNTUK MIGRAN AMAN DAN SEJAHTERA:

1. Sosialisasi & Pencegahan di Hulu:
JPIC SVD akan menjadi corong sosialisasi di paroki-paroki kantong migran. Membongkar akar penyebab: lahan tidur, perubahan iklim, dan jeratan calo. Tujuannya: orang muda tidak perlu pergi jika kampungnya bisa memberi hidup (melalui holding peternakan dan bank pakan).

2. Advokasi & Legalisasi di Hilir:
Mendorong program pemutihan/legalisasi bagi ribuan PMI non-prosedural yang masih hidup di Malaysia, serta mengawal pelatihan kerja yang profesional, bukan abal-abal.

3. Inspirasi & Pemberdayaan:
BP3MI NTT saat ini membuka PROGRAM SMK GO GLOBAL BATCH II - Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon PMI. Ini adalah jalan untuk menjadi tenaga kerja terampil yang berdaya saing global, bekerja secara legal, aman, dan bermartabat.

> 📢 INFO PELATIHAN: Lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin bekerja ke luar negeri secara legal bisa mendaftar di BP3MI NTT. Jangan berangkat lewat calo. Berangkatlah sebagai pekerja terampil yang dihormati.

Pernyataan Penutup:

Pertemuan ini menyepakati bahwa persoalan migran bukan hanya tugas BP3MI. Ini adalah tugas kemanusiaan bersama. JPIC SVD Timor akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencari solusi yang lebih memanusiakan manusia.

_Migran bukan angka. Mereka adalah orang tua yang bodoh demi anaknya pintar. Tugas kita adalah memastikan mereka bisa pintar dan sejahtera di tanahnya sendiri, dan jika harus pergi, mereka pergi dengan aman dan pulang dengan sejahtera, bukan dalam peti._

Soverdi Oebufu, 12 Oktober 2026


P. Domi K. Dheo, SVD
JPIC SVD Timor

Kontak Advokasi & Pelatihan Resmi:
BP3MI NTT, Kementerian P2MI Kupang

Berita JPIC SVD Timor Kembali ke Beranda
Chat via WhatsApp