Networking
JPIC SVD Timor Berbenah, Pelaporan TPPO dan Migrasi Jadi Prioritas 2026-2027
JAKARTA — JPIC SVD Provinsi Timor memperkuat pembenahan internal sekaligus mematangkan agenda pelayanan sosial untuk periode 2026–2027. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan kerja dan pembelajaran ke Sekretariat VIVAT Indonesia di Jakarta, Senin (14/9/2026), yang secara khusus membahas penyamaan format serta mekanisme pelaporan kegiatan JPIC ke VIVAT Internasional.
Pertemuan yang berlangsung pukul 11.00–13.00 WIB di Kantor VIVAT Indonesia, Jalan Matraman, Jakarta, menjadi momentum bagi JPIC SVD Timor untuk mengevaluasi sistem pelaporan sekaligus memastikan berbagai kegiatan di bidang keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan terdokumentasi secara lebih tertib, terukur, dan tepat waktu.
Koordinator JPIC SVD Provinsi Timor, P. Dominikus Kadju, SVD, hadir bersama staf VIVAT Indonesia Isabel Boa Vida Da Silva dan mitra awam JPIC SVD Timor di Jakarta, Irenius Podhi.
Dalam pertemuan tersebut, Isabel menjelaskan perkembangan sistem pelaporan VIVAT. Forum yang sebelumnya dikenal sebagai RUAH kini menggunakan nama ROY (Rapat Organ Yayasan).
Salah satu penekanan utama adalah kewajiban setiap tim JPIC untuk menyampaikan laporan kegiatan secara tepat waktu. Laporan harus sudah diterima Sekretariat VIVAT Indonesia satu bulan sebelum pelaksanaan ROY, yang biasanya digelar pada Maret atau April, sebelum atau sesudah Paskah.
Selanjutnya, laporan dari JPIC daerah diteruskan melalui Sekretariat VIVAT Indonesia ke Kantor Pusat VIVAT Internasional di New York, Amerika Serikat.
Dalam catatan hasil ROY pada 13 April 2026 di Noemeto, Timor, JPIC Ende dan Ruteng disebut menjadi contoh dalam kecepatan dan ketepatan pelaporan. Bagi JPIC SVD Timor, pembenahan tersebut menjadi pekerjaan penting.
Laporan kegiatan periode 2025–2026 masih belum lengkap sehingga perlu segera dilengkapi sebelum tim melanjutkan pelaporan untuk periode 2026–2027.
Tiga Bidang Utama
Dalam sistem pelaporan VIVAT, kegiatan JPIC dikelompokkan ke dalam tiga bidang utama, yakni human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO), migrasi, serta industri ekstraktif dan lingkungan hidup.
Masing-masing bidang memiliki tujuh indikator kegiatan, meliputi pemberdayaan ekonomi, advokasi, penyadaran, pendampingan korban, capacity building atau pemberdayaan, pengumpulan data dan pemetaan, serta penguatan jaringan.
Kerangka tersebut membuat kegiatan JPIC tidak hanya dinilai dari pelaksanaan program, tetapi juga dari aspek pendampingan, advokasi, pengumpulan data, pemberdayaan masyarakat, hingga kemampuan membangun jejaring dengan berbagai pihak.
Untuk periode 2026–2027, JPIC SVD Timor telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Fokusnya antara lain pendidikan mengenai migrasi aman dan prosedural, pembekalan mengenai TPPO dan risikonya, workshop bersama SVD dan SSPS, serta pembekalan bagi anak asrama, mahasiswa, dan orang muda Katolik.
Program juga diarahkan pada pemberdayaan penyintas korban TPPO dan migran, optimalisasi aset melalui pemanfaatan lahan tidur, penguatan jaringan dengan pemerintah, NGO nasional dan internasional, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mitra awam.
Selain itu, JPIC SVD Timor akan memperkuat manajemen organisasi, termasuk personalia, sekretariat, website, sistem keuangan, dan sistem pelaporan.
Agenda kepedulian ekologis juga tetap menjadi bagian dari program, antara lain pemanfaatan lahan tidur, aset tanah dan tambak, serta pembangunan tahap II SMA Arnoldus.
Program lainnya mencakup sosialisasi perlindungan perempuan dan anak, pendampingan spiritual terkait perlindungan hak-hak migran non-prosedural di Malaysia, serta advokasi bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha ekonomi mandiri.
Pelaksanaan seluruh agenda tersebut akan disesuaikan dengan kondisi Provinsi SVD Timor dan tetap bersinergi dengan Keuskupan Atambua, Kupang, dan Makassar.
Terlibat dalam Kampanye Global
Selain agenda lokal dan regional, JPIC SVD Timor juga didorong untuk mengambil bagian dalam kalender kampanye global VIVAT.
Sejumlah momentum yang akan menjadi perhatian antara lain kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada 25 November–10 Desember, Hari Perempuan Pembela HAM pada 29 November, Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember, serta Hari Internasional Penghapusan Perbudakan pada 2 Desember.
Agenda lainnya meliputi Hari Penyandang Disabilitas pada 3 Desember, Hari Internasional bagi Sukarelawan pada 5 Desember, kampanye tanpa toleransi terhadap kekerasan terhadap perempuan pada 6 Desember, Hari Pembela HAM Sedunia pada 9 Desember, dan Hari HAM Internasional pada 10 Desember.
Bagi JPIC SVD Timor, pembenahan pelaporan bukan sekadar persoalan administrasi.
Sistem pelaporan yang tertib menjadi bagian penting untuk memastikan kerja-kerja kemanusiaan, pendampingan korban, advokasi, perlindungan migran, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat tercatat dan dipertanggungjawabkan.
Karena itu, seluruh laporan kegiatan JPIC untuk periode 2026–2027 ditargetkan telah masuk ke Sekretariat VIVAT Indonesia paling lambat satu bulan sebelum ROY Maret atau April 2027.
Pertemuan di Jakarta berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan kolaboratif. Semangat pelayanan yang terpampang di ruang Sekretariat VIVAT, “For Life, Dignity, Human Right,” menjadi pengingat bahwa kerja JPIC tidak terlepas dari perjuangan untuk kehidupan, martabat, dan hak asasi manusia.
P. Dominikus Kadju, SVD, menutup laporan kunjungan tersebut dengan semangat pelayanan JPIC SVD Timor: “Berlutut di tangga salib, berdiri untuk sesama.”